Feeds:
Posts
Comments

Sidang pembaca blog norhasanin.wordpress.com yang budiman.

Bicara amanah lawannya khianat di dalam bahasa arab, khiyanah yang artinya curang,culas,tidak jujur.Dalam ajaran Islam berarti sikap mental atau perilaku tidak jujur,baik diri sendiri apatah lagi pada orang lain,maupun terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Menurut Raghib al-Isfahani, seorang ahli kosa kata Al-Quran beliau berpendapat kata khianat mempunyai pengertian yang hampir sama dengan kata nifak yaitu munafik. Cuma letak perbedaannya, khianat memiliki konotasi curang terhadap janji dan amanat, sedangkan nifak berkonotasi curang terhadap ajaran agama secara umum. Dengan itu nifak mempunyai arti yang lebih luas dari khianat. Rasullullah SAW menempatkan khianat sebagai salah satu tanda kemunafikan. Dikatakan bahwa “Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara,ia berdusta;apabila berjanji,ia mungkir; dan apabila dipercayai, ia berkhianat” (HR Bukhari dan Muslim). Jadi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, khianat terhadap sendiri ialah sikap mental atau perilaku tidak jujur terhadap diri sendiri dengan melanggar aturan agama yang telah ditentukan Allah SWT dan Rasul-Nya. Contohnya, sebahagian sahabat mengharamkan dirinya untuk makan minum, dan mengaulkan istri pada malam hari di bulan Ramadhan setelah tertidur, meskipun hari masih malam. Sehubungan dengan hal tersebut, Allah SWT menurunkan ayat al-Quran yang membolehkan orang makan, minum dan mengauli isterinya sepanjang malam bulan Ramadhan, meskipun ia telah bangun tidur malam itu. Karena itu, orang yang mengharamkan makan, minum dan mencampuri isteri pada malam hari bulan Ramadhan berarti telah mengkhianati dirinya sendiri. Hal ini diketemukan dalam Al-Quran surah al-Baqarah ayat 187:”…kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu…” Begitulah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekaliannya, bagaimana pula khianat terhadap orang lain adalah sikap mental atau perbuatan curang yang dilakukan seseorang atau kelompok contohnya dalam organisasi tertentu umpamanya yang mana akibat perbuatannya itu, seseorang dapat hilang kepercayaan yang diberikan kepadanya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran: ”Dan jika kamu mengetahui pengkhianatan dari sesuatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang berkhianat”(QS.8:58). Menurut at-Tabarsi (w.502 H),ulama Syiah Imamiah, makna ayat ini ialah, umpamanya, jika sekelompok orang berjanji pada seseorang, lalu orang tersebut mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh kelompok tersebut terhadap janjinya, maka kecurangannya harus disampaikan dan janjinya harus diputuskan. Kalau dalam perjanjian itu menyangkut harta benda, maka harta tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya semula. Ada pun pengertian khianat terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menurut Ibnu Abbas (sahabat dan saudara sepupu Nabi SAW) ialah meninggalkan apa yang disyariatkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Namun menurut Hasan Bin Ali bin Abi Talib yang dimaksudkan berkhianat terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya tidak hanya meninggalkan aturan agama tetapi juga menyempitkan aturan agama misalnya visi agenda dakwah, tarbiyah serta khidmat bakti sosial dikaitkan untung rugi. Bapak-bapak dan Ibu-Ibu sekalian, dalam ajaran Islam, khianat hukumnya haram. Hal ini didasarkan beberapa ayat Al_quran yang secara jelas tegas melarang tindakan tersebut. Dalam surah al-Anfal ayat 27 disebutkan :”Hai orang-orang yang berberiman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya(Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” Allah SWT juga mencela orang-orang yang berkhianat, seperti terdapat dalam firman-Nya:”…Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berkhianat (QS:8:58). Larangan berkhianat dipertegaskan pula dalam hadis Nabi SAW antara lain disebutkan: ”Janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu  (HR.Ahmad,at-Tabarani,Ibnu Hibban, dan al-Bazzar) dan “Tidak sempurna iman orang yang tidak memiliki sikap atau perilaku amanat” (HR.Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Hibban). Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, khianat tidak muncul secara tiba-tiba tetapi didorong beberapa faktor yang mendasarinya antara lain sebagai berikut.

(1)Hasad atau terlalu berambisi (dengki). Kedengkian seseorang terhadap orang lain dapat membuatnya berkhianat,sebagai upaya untuk melampiaskan kedengkiannya dengan kedudukan posisi jabatan yang disandangkan tersebut atau suatu konspirasi jahat sebagaimana hal ini terlihat pada riwayat Nabi Yusof dan saudara-saudaranya.Karena dengki, saudara-saudara Yusof tega mengkhianati ayah mereka yang telah mempercayai mereka untuk membawa Yusof mengembalakan kambing,namun mereka membuangnya ke dalam sumur(QS.12:7-18).

(2) Cinta terhadap dunia.Orang yang terlalu berambisi terhadap pangkat atau kemashuran atau harta benda duniawi akan memudahkan ia berkhianat kepada sesamanya apatah lagi ia mendapat dukungan para angguk-angguk dan yang dizalimi tadi tidak mendapat sebarang pembelaan sewajarnya.Namun hal ini telah pun diperingkatkan Nabi SAW dalam sabdanya : “Cinta kepada dunia merupakan pangkal segala kesalahan”(HR Ibnu Abi ad-Dunia dan al-Baihaki).

(3) Ambisi terhadap kedudukan atau pangkat umpamanya orang sedemikian akan teramat mudah mengkhianati sesamanya bila dalam hatinya tersimpan ambisi terhadap kedudukan dan pangkat. Dalam hal ini, al-Ghazali meriwayatkan sebuah hadis Nabi SAW: ”Cinta kepada harta benda dan kedudukan (Kebesaran) menimbulkan sifat curang di dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayur-sayuran.”

(4). Dendam. Orang yang sedang diamuk rasa dendam akan mudah mengkhianati orang yang menjadi sasaran rasa dendamnya. Dalam hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh al-Ghazali disebutkan: ”Jauhilah rasa permusuhan karena hal itu dapat menghapuskan agama”. Yang dimaksudkan dengan menghapuskan agama di sini ialah menghilangnya pengaruh ajaran agama yang telah tertanam dalam hati seseorang.

(5).Egois.Orang yang bersifat egois akan mudah melakukan khianat terhadap orang lain karena baginya kepentingan bersama.Al-Quran mencontohkan tipe orang yang egois pada Iblis. Dikatakan bahwa semula iblis adalah mahluk Tuhan yang patuh pada-Nya,tetapi kemudian iblis berkhianat kepada perintah Allah SWT (QS.2:34).

Bapak-bapak dan Ibu-Ibu semuanya,jelaslah khianat tidak hanya dikutuk sebagai dosa dalam hukum agama,tetapi juga mengandung bahaya bagi masyarakat dan peribadi sipengkhianat. Bahaya khianat bagi orang lain atau masyarakat di antaranya sebagai berikut.

(1) Khianat akan menghancurkan sendi-sendi masyarakat,karena sikap mental atau perilaku tersebut dapat menimbulkan rasa saling tidak percaya,tidak saja antara sipengkhianat dan orang yang dikhianatinya tetapi juga meluas dalam masyarakat baik siapa sahaja yang terlibat dalam urusan tersebut.

(2) Khianat akan menimbulkan permusuhan antara pengkhianat dan orang yang dikhianatinya yang akibatnya bisa meluas menjadi permusuhan keluarga dan menghancurkan keamanan dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara.

(3) Khianat akan menimbulkan sikap curiga antara pengkhianat dan yang dikhianat yang akibatnya hubungan antara individu menjadi retak terus membisu dan terjadinya kekacauan dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara.Sedarlah Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu semuanya, akan bahaya khianat ini dapat dilihat pada kasus Abdullah bin Ubayy,salah seorang pemuka suku Bani Jumah yang berpura-pura masuk Islam.Menjelang terjadinya perang Uhud,Abullah bin Ubayy melakukan pengkhianatan kepada pasukan Islam.Ia keluar dari barisan pasukan Islam sambil menghasut para tentara untuk keluar dan mengikutinya kembali ke Madinah.Akhirnya propaganda Abullah bin Ubayy berhasil mempengaruhi 300 orang tentera dari 1000 pasukan Islam.Tindakannya ini membuat pasukan Islam menjadi lemah. Bagaimana pula jika ini terjadi dalam gerakan Ngo Islam dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta bakti sosial serta bagaimana kesannya terhadap dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara kelak? Akhirnya gerakan Islam semakin lemah di arus perdana. Maka di situ letakknya bahaya khianat bagi peribadi pengkhianat antara lain sebagai berikut.

(1) Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap diri pengkhianat,sehingga ia terisolir dari masyarakat.

(2) Penderitaan batin pada diri pengkhianat akibat dosa yang dilakukannya. (3) Hancurnya kehidupan perekonomian,sosial budaya dan sebagainya si pengkhianat karena tidak ada lagi orang yang mau berhubungan dengannya kecuali kelompok angguk-angguknya.Akibatnya kehidupan orang tersebut menjadi sempit.Sebagaimana ianya terjadi pada pengkhianat Islam terhadap beban dakwah,tarbiyah serta bakti sosial yang Allah laknatkan sebagaimana dialami oleh Abdullah Bin Ubayy akibat dari perbuatannya,ia terisolir dari masyarakat,sementara kehidupan peribadinya dirasakan penuh bahaya.Suatu kali Umar bin Khatab datang kepada Nabi SAW meminta izin untuk membunuh Abdullah bin Ubayy, tetapi Nabi SAW tidak mengizinkannya. Keadaan ini sangat memukul batin Abdullah bin Ubayy. Bagaimana jika bapak-bapak dan Ibu-ibu perkara ini terjadi pada diri anda semua jika anda dikhianati dan tanpa sebarang pembelaan sedangkan anda ikhlas karena Allah dan Rasul-Nya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan bagi semuanya yang terkait dalam membenahi beban dakwah,tarbiyah dan khidmat sosial telah dikhianat oleh pengkhianat dan para sekutunya. Semoga ianya menjadi seri tauladan bagi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu dalam memahami fungsi amanah yang bertukar menjadi khianat yang perlu dijauhkan dari kehidupan kita dalam bermasyarakat dan beragama serta bernegara, amin rabal-alamin. Mohon maaf sebesar-besarnya dan ingatlah yang baik datangnya dari hidayah Allah dan Rasul-Nya dan yang buruk itu datangnya dari kelemahan diri saya yang kerdil dan hina di sisi mereka yang berniat khianat terhadap beban tugas dakwah,tarbiyah serta khidmat bakti sosial tanpa dibatasi masa,tenaga,materi,buah fikirannya dan juga ia berasal dari kelemahan saya sendiri.Wsl.

Mohd Salleh al-Bakri.

Perjalanan hidup kita sememangnya tidak boleh lari dari amanah. Kita adalah seorang anak, bapa, suami, pekerja, majikan, mad’u, da’i, ahli usrah, naqib dan pelbagai peranan lagi yang semuanya terangkum dalam istilah yang lebih luas yakni KHALIFATULLAH FIL ARD.
Tugas 1-mengabdikan diri kepada Ilahi dan 2-memakmurkan dunia yang menjadikan hubungan vertikal dan horizontal terpadu dan seimbang. Cabaran perlaksanaan terletak kepada upaya insani menggunakan fakulti 1-aqal memobilisasikan indera 2-fizikal dan melentur 3-emosi agar terarah melaksanakan misi qudus pencerahan akhlak khayra ummah. Gagasan penuh makna ini akan dikecewakan oleh insan yang terleka dengan retorik dan pujian@ mengharap redha insani lebih dari redha Ilahi.
Amanah adalah antara ciri wajib para Rasul dan kita sebagai manusia perlu berusaha mengikuti dan menghayati sifat ini. Ini akhir zaman yang kita perlu berhati-hati agar amanah ini dapat dilaksanakan sebaik mungkin. Sebagai manusia yang bercita-cita menegakkan Islam kita perlu bersiap-sedia dalam melaksanakan amanah ini.
1: Pelaksana misi perlu meyakini jalan di hadapan adalah jalan jihad bukan jalan rehat. Jalan jihad bukan jalan main-main. Ianya jalan iltizam penuh bekal yang diungkapkan oleh Qur’an bahawa bekal terbaik adalah ‘khairuz-zadit-taqwa.
2: Mereka perlu yakin jalan ini penuh liku. Banyak lopak, lubang dan selekoh tajam yang perlu dipandu selamat sehingga sampai. Ianya perlu dipandu secara 4WheelDrive. Berhati-hati dan sabar. Jalan ini bukan untuk ‘Mat Rempit’@Musta’jilun. Terburu-buru membawa padah. Bergerak atas jalan yang kekadang perlahan, kekadang perlahan atau sederhana dan kebijaksanaan melakukan assessment terhadap sifat jalan itu.
3: Jalan ini mesti dipandu dengan meminimakan pelanggaran. Keupayaan untuk menghindarkan konflik adalah amat diperlukan. Permasalahan peribadi bisa menjejaskan emosi sewaktu memandu di dalam perjalanan. Kerosakan mana-mana organisasi banyak terhasil atas kelemahan individu mengendalikannya. Mungkin buku Mustafa Masyhur yang membincangkan topik ini boleh dijadikan panduan dalam mengenalpasti faktor-faktor kegagalan dalam perjalanan ini.
4: Pelaksana misi perlu membebaskan diri dari belenggu pemikiran bahawa kerja ini ada had masa. Selagi kita bernyawa maka taklif ini terpikul. Keinginan agar husnul khatimah itu dalam suasana perjuangan.
5: Amanah di atas perlu diambil atas kesedaran bukan paksaan. Menjadi manusia pemegang amanah memerlukan kita menjadi manusia pelaku. Mengkarya manusia penggerak amal Islami. Manusia yang ‘accountability’nya pada Sang Pencipta, al-Khalik yang akan menghakiminya nanti. Manusia yang sedar bicaranya akan disoal-siasat satu persatu dan ditanyai tentang kemampuan melaksanakan bicara. Ini yang telah disinggung dalam as-Saff ayat 2-3. Jangan kerana ego-centric@ego-mania kita ingin menjawab segala perkara atas kapasiti takut dipandang rendah. Ingat Tuhan tidak akan memberati kita dengan sesuatu amanah melainkan kita mampu memikulnya. Mari kita mengambil iktibar dari peristiwa Mikraj mengenai seorang lelaki yang telah mempunyai beban yang berat tetapi terus-menerus menambah beban hingga tidak terpikul. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan yang menzalimi diri kita sendiri.

Send by Norhasanin via Omnia i900.

Kesempatan semalam untuk singgah di MBS Book Store diluangkan untuk melihat buku-buku yang baru diterbitkan. Antara buku yang menambat perhatianku adalah kitab TAA susunan Al-Ustadz Al-Haji Abdul Halim al-Hadi, Bekas Mudir Daerah al-Ma’arif al-Wathoniyyah yang di awalnya dimulai dengan syair yang didedikasikan buat TG Abdullah Fahim.
Buku yang memuatkan 79 pelajaran yang mana setiap pelajaran terkandung Al-Qur’an, Al-Hadith dan keterangan ringkas merungkaikan persoalan yang tetap relevan masakini. Membaca setiap mukasurat dengan penuh rasa syukur dan appreciative terhadap sumbangan ilmuan dalam menghidangkan menu ruhani yang penuh gamitan. Buku 2 jilid terbitan Jahabersa ini dijual pada harga RM60/- boleh didapati dengan harga diskaun di MBS, Popular atau Men-Men. Untuk pembaca blog ini marilah kita doakan kita terus dahaga dengan ilmu dan merasa kecil dengan kebesaranNYA.

Kesempatan ziarah dan diskusi bersama sahabat dari ALevel lagi, Sdr Mat Deris, aktivis Warga Kilang Utara memberikan banyak harapan terhadap kemampuan kita untuk melakukan perubahan.
Beliau yang bekerja sebagai seorang jurutera menegaskan bahawa tanggungjawab sosial perlu digerakkan oleh setiap lapisan masyarakat. Dalam usia rakan-rakan yang akan menginjak ke umur 40 tahun, persoalan mati dan membawa amal soleh ke hadapan Ilahi memang perlu dititik-beratkan. Usia-usia seperti ini perlu ditandai dengan memaknakan kehadiran kita dalam masyarakat melalui sumbangan bukan RETORIK. Usaha ini perlu dijalankan secara perlahan dengan syarat utamanya MARDHATILLAH, innamal ‘amalu bin-niyat. Bukan niat politik, nama dan lain-lain yang akhirnya menyebabkan kita tercampak ke neraka, intholiq ilan-nar atas kegagalan memahami prioritas dalam hidup.
Sememangnya aku tidak menyangka sahabat aku ini akan menjadi aktivis pejuang sosial bangsa dan agama. Beliau mengatakan bahawa kelebihan ekonomi, masa dan tenaga perlu dijana agar masyarakat dibela sebaik mungkin. Memang ada cabaran dalam melakukan kerja-kerja seperti ini tetapi Tuhan telah membuka jendela rezki dan kemudahan. Benarlah janji Tuhan yang terkandung dalam Surah Muhammad, intan-tsurullah. Ayat ini hanya akan tercapai kefahamannya yang maknawi apabila kita mewaqafkan diri atas jalanNya.
Perkara lain yang turut menarik perhatian aku mengenai sikap untuk tidak mengadili atau judgemental terhadap bakal penerima bantuan. Menjadi aktivis sosial memerlukan kita tampil membuat kerja tanpa ada prasangka buruk. Soal siapa mereka dan adakah mereka akan berubah bukan tugas kita. Tugas kita adalah melakukan kerja di samping sedar akan ingatan Tuhan, La-yukallifullah. Dengan manifestasi akhlak aktivis yang Islami dan praktikal, dakwah bil-hal akan mendefinisikan gerak kerja dan akan menjadi bunga dan buah dakwah yang dirasai umat. Kita manusia yang hidup dalam batas ruang dan masa perlu menyedari bahawa masa untuk terlibat adalah sekarang. Yang penting kita perlu terlibat dan cuba melibatkan rakan-rakan kita dalam kerja-kerja begini. Cukuplah bicara, mari kita bekerja.
Tempoh 2 jam sambil menikmati mee udang, solat maghrib jamaah dan order pasembur sebelum pulang ke Kompleks TH Bayan Lepas menyedarkan aku bahawa orientasi dakwah mesti bersifat fleksibel dan meyakini bahawa setiap manusia berpotensi melakukan perubahan.
‘Perubahan bermula dari dalam diri.’
‘Change in is within.’

Norhasanin dari Jendela 126 Kompleks TH Bayan Lepas.

SUMBER: tukartiub.blogspot.com

Isnin, 2009 Ogos 24

MITOS DAN PENIPUAN:
TUJUH MITOS TUJUH PENIPUAN

Mitos ialah naratif yang dibuat bertujuan untuk memesongkan hakikat.

Contoh mitos : Raja di katakan jelmaan tuhan. Ini adalah mitos bertujuan untuk membodohkan kaum tani agar mereka memberikan tanaman mereka pada satu kumpulan manusia yang malas bekerja. Mitos ini berpanjangan dan ditokok tambah lepas satu satu lagi ditambah. Hakikatnya mitos raja dari muntah lembu atau raja jelmaan tuhan bertujuan untuk menipu. Walhal antara raja dengan sesiapa sahaja tidak ada bezanya. Yang melahirkan perbezaan hanyalah mitos.

Contoh mitos : Pokok itu berhantu. Pokok itu wujud dan dapat dilihat dan dibuktikan. Tetapi hantu itu tidak wujud. Mitos hantu diwujudkan untuk menakut-nakut. Apabila kita takut maka kita akan mencari perlindungan. Peranan untuk melindungi kita dari hantu ialah bomoh dan dukun. Akhirnya kita tunduk pada kuasa bomoh dan dukun.

Mitos diwujudkan untuk tujuan baik dan tujuan jahat. Jangan pergi di dalam gua ini ada hantu – adalah nasehat yang bersalurkan penakutan. Nasehat ini baiak kerana cuba menjaga keselamatan. Ianya juga tidak baiak kerana asasnya satu pembohongan.

Hari ini mitos masih cuba di wujudkan tetapi agak susah. Dengan kemajuan ilmu tidak ramai yang akan mempercayai mitos-mitos baru yang hendak direka. Mitos seperti angkasawan Neil Armstrong turun ke bulan terdengar suara azan. Atau mitos Bruce Lee mati kerana bersilat dengan Dicky Zulkarnain semua ini cuba disebarkan untuk menjadi bahan lawak jenaka.

Tujuan asal mitos ialah untuk membodohkan dalam masa yang sama menakut-nakutkan orang ramai. Kalau Raja Jepun berasal Tuhan maka diharapkan rakyat Jepun akan tunduk walhal kalau Raja Jepun ini makan petai kencing dia tetap haring. Kalau Prince Charles tercirit baunya tetap busuk.

Lawan mitos ialah fakta. Fakta dapat dibuktikan melalui pengkajian. Ilmu pengetahuan manusia datang dari fakta dan pemikiran manusia. Semua ilmu dalam dunia ini berpunca dari tiga sumber. Pertama : Pengumpulan pengalamnan. Kedua: Kaji selidik. Ketiga : Ujian dalam bilik makmal.

Mitos ini akan pecah jika kita berfikir secara rasional. Kajian ilmiah akan dapat membuktikan sama ada ianya mitos atau fakta. Jika sesutu masih dalam kajian dan belum dapat dibuktikan betul atau slah maka ianya masih di tahap teori. Satu ketika dahulu Letupan Besar/ Bing Bang hanya satu teori hari ini telah diterima sebagai fakta. Teori menjadi fakta apabila kajian dapat dibuktikan teori ini.

Ilmu pengetahuan adalah pengumpulan pengalaman manusia dari satu zaman ke satu zaman. Buruk atau baik pengalaman ini akan menjadi panduan. Panduan ini adalah ilmu pengetahuan. Ada ilmu pengetahuan yang turun dari mulut ke mulut. Ada yang dibukukan.

Dalam negara kita ada beberapa mitos yang disebarkan. Pada ketika mitos ini disebarkan ramai warga negara kita belum bersekolah. Maka mitos ini di terima bulat-bulat. Penyebaran mitos ini memang bertujuan untuk membodohkan kita semua. Tetapi dengan adanya internet kita dapat memecahkan mitos-mitos ini melaui pengkajian berdasarkan fakta-fakta..

MITOS PERTAMA:

Hari Malaysia bukan pada 31 Ogos tetapi 16 September. BOHONG. Sabah , Serawak, Singapura dan Pesekutuan Tanah Melayu menjadi Persekutuan Malaysia pada 16 September 1963. Singapura meninggalkan Malaysia pada 9 Ogos 1965. Tidak percaya sila tanya orang Sabah dan Serawak.

MITOS KE DUA :

Merdeka dimulakan oleh United Malays National Organisation. BOHONG. Parti yang awal memperjuangan dan melaugkan slogan MERDEKA ialah Kesatuan Melayu Muda di tubuh pada 1938. United Malays National Organisation belum wujud lagi. Apabila wujud slogan United Malays National Organisation ialah HIDUP MELAYU dan bukan MERDEKA !

MITOS KE TIGA :

Kemerdekaan didapati tanpa tumpah darah. BOHONG. Parti Komunis Malaya, Angkatan Pemuda Insap, Anakatan Wanita Sedar, Hisbul Musliman, Peta, Malayan Democtaric Union, KMM dan ribuan warga telah bangun mengangkat senjata pada mulanya melawan Jepun kemudian melawan British. Tanpa angkat senjata British tidak akan undur.

MITOS KE EMPAT :

Lagu Negara-Ku dikatakan lagu kebangsaan kita. BOHONG. Lagi ini bukan ciptaan warga Tanah Melayu. Peciptanya orang Peranchis bernama Pierre Jean de Beranger (1780-1857) Nama asal ialah Memula Moon. Bertukar menjadi Terang Bulan. Di zaman Konfrontasi – Radio Repuklik Indonesia memainkan lagu ini untuk mengejek Tunku yang dianggap budak suruhan British. Dari Terang Bulan menjadi Negara-ku.

MITOS KE LIMA :

Bendera Jalur Gemilang namanya baru 5 tahun. Ini adalah tiruan bulat bulat dari bendera Amerika Syarikat yang bernama Star Spangled Banner, Stars and Stripes dan Old Glory. Nama jalur gemilang pun di ciplak dari nama bendera Amerika. Buktinya : lihat Jalur Gemilang tidak ada motif Nusantara/Melayu warna merah dan puteh adalah motif Nusantara – merah darah rakyat – puteh hati rakyat.Motif Nusantara ini wujud dalam bendera Singapura dan Indonesia.

MITOS KE ENAM :

Wujud perpaduan Melayu. BOHONG. Tidak ada perpaduan Melayu. Tidak pernah terjadi perpadun Melayu semenjak konsep Melayu itu wujud. Tidak mungkin adanya perpaduan Melayu seperti mustahilnya lahir perpaduan China, perpaduan Arab, perpaduan Itali , perpaduan India.

Mito perpaduan Melayu bergerak dengan menakut-nakutkan orang Melayu dari ditelan oleh China dan India. Apabila Melayu jadi takut maka akan datang pembantu. Seperti mitos pokok ada hantu. Orang kampong takut pada hantu lalu memanggil bomoh untuk menghalau hantu. Ini cara klasik mitos bergerak. Takut-takut orang ramai. Apabila orang ramai takut maka mereka akan mencari perlindungan. Maka muncul United Malays National Organisation menjadi perlindung walhal yang menimbulkan kerena gerombolan ini.

MITOS KE TUJUH:

Malaysia negara unik. BOHONG. Mitos ini disebarkan untuk membodohkan rakyat negara ini yang malas membaca dan hanya suka mendengar. Mitos ini bertujun untuk menunjukkan hanya gerombolan United Malays National Organisation sahaja yang dapat memerintah kerana Malaysia unik.

Hakikatnya Malaysia tidak unik bukan Malaysia sahaja dalam dunia ini yang berbilang kaum , yang berbilang bahasa, pelbagai agama dan budaya. Tidak ada negara yang monolith dalam dunia ini semua ada kepelbagian. Setiap negara dalam dunia ini ada kepelbagaian.

TEKNOLOJI PECAHKAN MITOS

Lihatlah betapa teknoloji dan ilmu pengetahuan telah memecahkan mitos-mitos ini. Betapa internet telah membolehkan kita bersama-sama mencari fakta dan menilai dokumen sejarah.

Kalau dulu kita tidak tahu asal usul lagu Negara-ku hari ini gambar dan riwayat hidup pembuat lagi ini kita kenali. Kalau dulu ada yang menerima mitos tentang kemedekaan dicapai tanpa tumpah darah. Hari ini mitos ini telah terbarai pecah. Dokument-dokumen sejarah semuanya boleh kita baca melaui internet.

Kemajuan manusia akan terus memecahkan mitos mitos yang lapuk dan berkarat ini. Teknoloji akan membebaskan manusia dari di perangkap dan di belenggu oleh mitos-mitos. Tanpa mitos manusia akan jadi berani. Insan yang berani bebas adalah insan yang berfikir. Manusia yang berfikir tidak akan tunduk kepada sesipa kecuali fikrahnya yang rasional. (TT)

Nota:
Tulisan ini bebas untuk diambil untuk
tujuan memecahkan mitos.

norhasanin

E70: Keyakinan Hakiki

Kesempatan untuk balik ke Kuantan semalam memberikan aku ruang masa untuk menyusun kembali buku-buku di rak. Pagi ini sekadar menunggu jam 8 aku cuba luangkan masa dan akal fikiranku untuk berkongsi maklumat sebelum bertolak semula ke Pulau Pinang untuk mengambil isteriku yang berkursus dan juga misi ziarah sahabat-sahabat di utara.
Dalam menyusun buku-buku yang terbiar diselimuti debu-debu tercapai sebuah buku karangan Dr Said Ramadhan al-Buti, ‘Keyakinan Hakiki’ terbitan ABIM yang menerangkan tentang aqidah ASWJ. Buku ini merupakan satu bacaan ilmiah yang harus dimiliki untuk mereka yang berkecimpung dalam dumia dakwah. Buku ini boleh dijadikan bacaan tambahan dalam topik akidah selain buku Aqidah Islam, Sayyid Sabiq; Aqidah Islam, Abu Bakar Jazairi; Iqtiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah, KH Sirajuddin Abbas dan lain-lain lagi yang terkumpul dalam koleksi perpustakaan keluargaku.
Moga diberi kecintaan menggali ilmu dan hidup dengan penuh rasa kerendahan meyakini bahawa kebesaran ALlah perlu ditanam.

norhasanin

Agak lama tidak meletakkan sebarang entri yang bersifat ilmiah. Malam ini sekadar berkongsi maklumat mengenai tokoh yang berjaya memperdanakan pemikiran Islam dalam masyarakat barat yang lesu menjadi dinamik.

Idea-idea segar beliau telah mengocak arus kebebalan gereja yang akhirnya melahirkan pemikir-pemikir yang mempersoalkan kekudusan paderi-paderi yang seolah-olah punya pendapat mutlak dalam penafsiran arahan Tuhan.

Beliau yang telah menyegarkan pandangan falsafah Aristotles yang menyebabkan barat terkesima dengan idea pencerahan yang membuka minda ke arah pembangunan tamadun mendatang.  Nama beliau telah diangkat sebaris dengan Thomas Aquinas dalam memberi makna kepada pembangunan falsafah di barat.

Lahir dalam zaman selepas Ibn Sina dan Al-Ghazali memberikan satu kelebihan dalam membuat penyegaran dan pemugaran dalam pembinaan intelektual umat masa itu dan mendatang

Semoga kisah-kisah ilmuan ini mendorong kita meletakkan iltizam ke arah kecintaan ilmu yang mendalam.

Bila media bercetak mula melancarkan perang saraf?

norhasanin

E67: Pesan Imam Syafi’i

Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an tinggilah ilmunya. Siapa yang menulis hadis, kuatlah alasan pendapatnya. Siapa yang suka membicarakan hukum fiqh akan menjadi orang pintar. Siapa yang memperhatikan budi-pekertinya akan menjadi orang yang baik dan halus. Barangsiapa yang banyak berhitung, pikirannya akan berkembang. Barangsiapa yang tidak menjaga kehormatan dirinya, ilmunya tidak akan berguna sama sekali. (Imam Syafi’i)

Sedutan dari biografi 30 pendekar Islam, susunan Imam Munawwir, terbitan PT Bina Ilmu Surabaya 1985.
norhasanin

E66: Uzlah di Kepong

Lebih kurang 1 bulan aku tidak membuat sebarang aktiviti mengemaskini blog. Urusan peribadi dan kerja sememangnya sesuatu yang tidak dielakkan. Mungkin ini yang terbaik ketika ini uzlah dari lokaliti ke tempat lain. Masuk hari ke-4 di Lembah Kelang ini memungkinkan aku untuk melakukan ziarah terhadap saudara-mara dan sahabat karib. Pemandu peribadiku di KL iaitu Garmin banyak menolong dalam usaha sampai ke destinasi. Hotel Crystal Crown sudah masuk malam ke-3 menjadi tempat tinggal kami sekeluarga. Kedai MyBookstore Brem Mall sudah 2 kali dikunjungi akibat tawaran buku 25% yang cukup menarik hinggakan isteri dan anakku telah membeli lebih dari 10 buku antaranya Hulagu Khan dan Bilal Rabah terbitan PTS karya Abdul Latip Talib. Anakku pula mencampai buku-buku folklore Melayu dan Inggeris yang sedang ditawarkan hingga 50%. Aku…. 1 buku sahaja kali ini. Pedoman Hidup dari 31 rangkap dari Zabur pada harga RM1/- menjadi pilihan. Sekadar coretan-coretan ringkas sebagai kick-start untuk penulisan akan datang.
norhasanin

Older Posts »